5 Fakta Menarik Hari Keuangan Nasional 30 Oktober, Bukan Main!

Hari Keuangan Nasional 30 Oktober

Modernis.co, Jakarta – Kalau ngomongin soal Hari Keuangan Nasional tanggal 30 Oktober nih, kita gak bisa lepas sama mata uang kita ya, rupiah.

Tiap hari kita idup cuma buat ngumpulin cuan ini nih. Coba aja kalo kita bisa bikin uang sendiri gitu ya. Kan bakal lebih enak santai! wkwk.

Perjalanan mata uang Repbulik Indonesia itu penuh dengan rangkaian momen epik. Sehingga gak heran kalau harus dikasih tanggal khusus buat peringatinya.

Hari Keuangan Nasional ini gak cuma soal angka di dompet, akan tetapi juga soal perjuangan Indonesia buat mandiri dan sustain di mata dunia. Ya termasuk kita yang juga kudu sustain idup.

Nah, biar kita Gen Z yang melek sejarah percuanan di King Indo, ini dia lima fakta menarik di balik Hari Keuangan Nasional 30 Oktober!

1. Lahirnya “ORI” Bikin Mewek NICA

Jauh sebelum ada Rupiah, kita punya mata uang resmi yaitu Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).

ORI ini pertama kali beredar pada 30 Oktober 1946. Aksi ini no cap adalah pernyataan tegas ke dunia (khususnya ke Belanda) kalau Indonesia udah move on dan nggak butuh mata uang penjajah lagi. 

Tentu aja, adanya ORI waktu itu cukup ngagetin Belanda cuy. Bisa dibilang, ORI ini adalah simbol kedaulatan kita di sektor ekonomi.

Kenapa penerbitan ORI ini jadi savage move buat Belanda? 

Jadi pemerintah Hinda Belanda atau disebut NICA (Netherlands Indies Civil Administration) waktu itu kekeuh banget pengen kembali berkuasa dan bahkan ngenalin mata uang mereka lagi. 

Makanya King Indo langsung ngelurain ORI, sekalian jadi ulti kalo kita udah beneran Merdeka woy. Langkah Ini adalah strategi brilian.

Ibaratnya nih, kamu punya mantan yang lagi ngerayu balikan pake sebungkus coklat, eh taunya kamu dah bikin pabrik coklat. Wkwk.

2. Rilis ORI di Radio, Vibenya Langsung Terasa

Gimana cara hype-nya mata uang baru diumumkan zaman dulu? Kalo sekarang mungkin lewat live press release di Medsosnya Stafsus gitu kan biar guna dikit, ups! wkwk. 

Tapi di tahun 1946, Wakil Presiden Mohammad Hatta spill kabar gembira ini lewat siaran Radio Republik Indonesia (RRI) di Yogyakarta. 

Bayangin deh, seluruh rakyat denger suara Bapak Bangsa mengumumkan kelahiran ORI. Momen itu pasti vibe-nya nggak main-main, bikin semua orang auto semangat punya uang sendiri. 

Peristiwa peresmian ORI itu nunjukkin gimana pemerintah masih totalitas buat bikin rakyatnya aware sama kemajuan besar yang akan datang.

3. ORI Datang, Tiga Jenis Mata Uang Cancel

Sebelum ORI terbit, di Indonesia beredar tiga jenis mata uang yang berbeda! 

Ada uang yang dikeluarkan De Javasche Bank (Belanda), uang pendudukan Jepang, dan uang Pemerintah Hindia Belanda. 

Nah, pas ORI dilaunching, semua mata uang itu langsung kenak cancel dan nggak berlaku lagi. Ini penting banget, karena keberagaman mata uang bikin kondisi ekonomi gak stabil dan bisa chaos. 

Jadi, kehadiran ORI memperjelas kalau cuma ada satu bos di urusan cuan Indonesia, yaitu mata uang resmi kita sendiri. Meskipun butuh waktu lama buat ngilangin mata uang lain yang udah terlanjur beredar.

4. Dari ORI ke Rupiah

Nah, ini dia salah satu highlight yang paling iconic! Setelah ORI terbit, Indonesia nggak langsung punya Rupiah kayak sekarang. Perjalanannya itu gak kaleng-kaleng.

ORI ini jadi stepping stone kita. Jadi pondasi buat mata uang yang lebih proper. Setelah 3 tahun digunakan (1946-1949), ORI diganti Rupiah pada tanggal 2 November 1949. 

Selama beberapa tahun, pemerintah kita challenging banget. seperti di poin ke tiga, berarti waktu itu ada beberapa mata uang yang beredar. Plus ketambahan Rupiah.

Proses ngilangin mata uang lama dan nge-fix Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah itu butuh waktu dan effort banget. 

Jadi, kalo sekarang kita megang duit Rupiah, itu hasil perjuangan panjang yang nggak main-main dari pendahu kita. Kira-kira Purbaya ikut andi gak ya jaman dulu?

5. Hari Keuangan Nasional, Pengingat buat Melek Finansial

Hari Keuangan Nasional nggak cuma ngerayain uang kertas, tapi juga jadi pengingat buat kita, para peeps zaman sekarang, biar melek finansial. 

Perjuangan keras buat punya mata uang sendiri itu harus kita balas dengan smart dalam mengelola uang. Cara yang paling jelas tuh ya gak boros dan bijak alokasiin uang.

Mulai dari investing kecil-kecilan, budgeting buat masa depan, sampai nggak gampang FOMO sama pengeluaran yang nggak perlu. 

Fix, Hari Keuangan Nasional ini waktunya kita grow up di sektor finansial pribadi! Sehingga, peringatan ini jadi perayaan power dan independensi ekonomi bangsa kita. 

Mari kita lanjutin semangat para pendahulu dengan jadi generasi yang pinter cuan dan nggak gampang delulu sama kondisi keuangan kita. (IF)

editor
editor

salam hangat

Leave a Comment